JEPARA — Kabupaten Jepara masuk dalam daftar calon lokasi prioritas penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun 2026. Status itu diperoleh setelah pemerintah pusat melakukan asesmen dan verifikasi lapangan terhadap usulan yang diajukan Pemkab Jepara.
Bupati Jepara Witiarso Utomo, yang akrab disapa Wiwit, menyampaikan harapannya agar daerahnya mendapat kepercayaan sebagai lokasi penyelenggaraan SNT. Menurutnya, kehadiran sekolah ini akan memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak berprestasi di wilayahnya.
“Kami berharap Jepara dapat memperoleh kepercayaan sebagai lokasi SNT 2026,” kata Wiwit, Selasa (16/6/2026).
Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Disdikpora Jepara, Ahmad Husni Mubarok, menjelaskan perbedaan mendasar SNT dengan program sekolah unggulan lain. Jika Sekolah Rakyat (SR) dikhususkan untuk anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin, SNT justru menyasar siswa berprestasi tanpa memandang kondisi ekonomi orang tua.
“SNT memiliki sasaran yang berbeda dengan SR maupun Sekolah Unggulan Garuda. Program ini ditujukan bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang masyarakat,” ujar Husni.
Konsep sekolah ini bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya. Dengan begitu, siswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersaing, asalkan memiliki prestasi akademik atau non-akademik yang mumpuni.
Tidak sekadar menjadi sekolah unggulan biasa, SNT di Jepara dirancang sebagai pusat rujukan bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Fungsi ini diharapkan mampu mendongkrak mutu pendidikan secara lebih luas, tidak terbatas pada satu institusi saja.
“SNT ditujukan untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi. Sekolah ini juga dirancang menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya,” tutur Husni.
Pemkab Jepara kini menunggu keputusan final dari pemerintah pusat. Jika disetujui, Jepara akan menjadi salah satu daerah percontohan penyelenggaraan SNT di Jawa Tengah.