SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Luluskan 123 Siswa, Raih Rata-Rata TKA Tertinggi Se-Kota dan Peringkat 22 Nasional

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 15:35:01 WIB
SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo rayakan kelulusan 123 siswa dengan prestasi TKA tertinggi se-Kota Surakarta.

SOLO — SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mencatatkan rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi di antara seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Surakarta. Prestasi tersebut diumumkan bersamaan dengan pelepasan 123 siswa Kelas IX Angkatan ke-14 yang digelar di Ballroom Solo Paragon Hotel and Residences, Sabtu (6/6/2026) lalu. Capaian ini sekaligus membawa sekolah tersebut bertengger di peringkat ke-22 tingkat nasional.

Dua Siswa Raih Nilai Sempurna Bahasa Indonesia, 15 Lainnya Tembus 90 di Matematika

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih para siswa. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah kerja keras seluruh warga sekolah yang didukung penuh orang tua selama proses pembelajaran.

"Alhamdulillah atas izin Allah, prestasi TKA SMP Muhammadiyah PK mendapat juara satu nilai tertinggi TKA se-SMP negeri maupun swasta di Kota Surakarta," ujarnya dalam keterangan yang diterima, kemarin.

Lebih detail, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dua siswa berhasil meraih nilai sempurna 100. Sementara itu, nilai tertinggi Matematika mencapai 96,67 dan terdapat 15 siswa lain yang memperoleh nilai di atas 90.

822 Prestasi Terkumpul Sepanjang Tahun Ajaran, Meningkat dari Tahun Lalu

Muhdiyatmoko menambahkan, capaian akademik bukan satu-satunya kebanggaan. Sepanjang tahun ajaran 2025/2026, para siswa berhasil mengoleksi 822 prestasi dari berbagai kompetisi tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 750 prestasi.

"Tahun ini kita berhasil mengumpulkan 822 prestasi dari berbagai kompetisi tingkat kota hingga internasional. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 750 prestasi," imbuhnya.

Pesan dari Kepala Dinas Pendidikan: Jangan Berpuas Diri

Apresiasi atas capaian tersebut disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Abi Satoto, S.Pd., M.Si. Ia berharap sekolah terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan di Kota Solo.

"Saya mengucapkan selamat kepada SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Kota Solo yang telah meraih predikat tertinggi rata-rata TKA. Semoga bisa terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi warga Solo," katanya.

Senada, Direktur Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Dr. Mohamad Ali, mengingatkan agar seluruh civitas akademika tidak cepat puas. "Selama 16 tahun kita bersama-sama merintis sekolah ini dengan perjuangan yang sangat berliku. Jangan sampai lengah terhadap prestasi-prestasi yang sudah ada dan jangan terlena di zona nyaman. Teruslah berjuang untuk masa depan pendidikan di Kota Surakarta," pesannya.

Kolaborasi Tiga Pilar dan Peluncuran Empat Buku Karya Siswa

Ketua Komite SMP Muhammadiyah PK Kottabarat sekaligus Bendahara PP Muhammadiyah, Drs. H. Marpuji Ali, M.Si., menilai keberhasilan sekolah merupakan hasil kolaborasi kuat antara guru, siswa, dan orang tua. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal utama dalam mencetak prestasi sekaligus membangun karakter peserta didik.

"Selamat kepada SMP Muhammadiyah PK yang sudah tembus peringkat 22 nasional. Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan pendidikan dilakukan secara serius dan profesional," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, sekolah meluncurkan empat buku karya siswa kelas VII, VIII, IX, dan International Class Program (ICP). Keempat buku tersebut berjudul From Class to Boarding Pass: Kisah Edutrip, Dari Kelas ke Dunia: Petualangan Edukatif, Ceritaku di Sendang Ijo: Kisah Homestay, serta ICP Journey: Small Steps, Big Stories. Peluncuran buku ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya literasi dan kreativitas siswa di samping prestasi akademik.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: joglosemarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top