BPBD Temanggung Imbau Pendaki Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu Tak Buat Api Unggun Saat Musim Kemarau

Penulis: Usman Harun  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:51:31 WIB
BPBD Temanggung mengimbau pendaki gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu untuk tidak membuat api unggun selama musim kemarau.

TEMANGGUNG — Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, saat ini vegetasi di area puncak dan jalur pendakian tiga gunung tersebut dalam kondisi sangat kering. Suhu udara yang dingin di puncak kerap membuat pendaki tergoda membuat api unggun, namun hal itu justru menjadi ancaman serius.

Kondisi Kering dan Angin Kencang Perparah Risiko

"Kami sudah menyampaikan kepada teman-teman basecamp untuk mengingatkan para pendaki agar tidak membuat api unggun di atas," kata Totok Nursetyanto di Temanggung, Sabtu.

Ia menambahkan, udara di gunung pada musim kemarau cukup dingin sehingga pendaki wajib mempersiapkan perlengkapan secara matang. Daftar perlengkapan yang direkomendasikan oleh masing-masing basecamp harus dipatuhi.

Jika Terpaksa, Pastikan Tak Ada Bara Api Tersisa

Totok menegaskan, seandainya pendaki terpaksa membuat api unggun, mereka wajib memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. "Jangan meninggalkan bara api sedikit pun, karena hal itu dapat memicu timbulnya kebakaran," ujarnya.

Bara api yang tertinggal, meski tampak kecil, bisa dengan cepat menyulut dedaunan kering dan semak belukar di sekitarnya. Angin kencang di ketinggian juga dapat mempercepat penyebaran api.

BPBD Siapkan Peralatan Pemadam di Tiga Kawasan Gunung

Selain edukasi, BPBD Kabupaten Temanggung juga memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran di kawasan pegunungan. Pada 2024, pengelola kawasan gunung mendapatkan bantuan peralatan pemadaman.

Bantuan itu berupa lima alkon (alat penyedot air) berukuran besar, 10 alkon kecil, serta selang pemadam dengan panjang total sekitar 90 meter yang terdiri atas tiga gulungan, masing-masing sepanjang 30 meter.

Peralatan tersebut telah didistribusikan ke tiga kawasan gunung, yakni Sumbing, Sindoro, dan Prahu. Baik pengelola destinasi maupun pengelola basecamp menerima peralatan tersebut dengan status pinjam pakai.

"Jadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, peralatan sudah tersedia di lokasi dan tinggal menyesuaikan kebutuhan dukungan dari bawah," kata Totok.

Reporter: Usman Harun
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top