Evakuasi Udara Pendaki Malaysia Cedera di Rinjani Berjalan Mulus, Cuaca Cerah Jadi Penentu

Penulis: Vino Bastian  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 12:10:01 WIB
Helikopter evakuasi pendaki cedera di Rinjani lepas landas dari Pelawangan 2 dengan cuaca cerah mendukung operasi.

JAWA TENGAH — Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan evakuasi melalui jalur udara merupakan bagian dari layanan klaim asuransi premium yang disediakan bagi pendaki. "Evakuasi udara adalah salah satu bentuk klaim pada asuransi premium yang ada di TNGR," katanya dalam keterangan resmi yang diterima ANTARA, Selasa.

Cuaca Cerah Mempercepat Proses Penyelamatan

Laporan dari petugas piket TNGR di Pos Pelawangan pada pukul 06.45 WITA menyebutkan kondisi langit cerah tanpa gangguan. Cuaca yang bersahabat ini menjadi faktor krusial yang memungkinkan tim untuk segera mempersiapkan operasi udara demi keselamatan korban.

Korban yang mengalami kecelakaan saat melakukan pendakian terlebih dulu dipindahkan ke tandu. Proses ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat evakuasi saat helikopter tiba di lokasi. "Helikopter kemudian take off menuju Pelawangan 2," ujar Astekita.

Rute Evakuasi: Singgah di Sembalun, Rujuk ke Denpasar

Dalam perjalanan menuju titik evakuasi, helikopter sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan tenaga medis. Langkah ini diambil untuk mengurangi beban pesawat, sehingga manuver pendaratan di helipad Pelawangan 2 yang berada di ketinggian lebih aman dilakukan.

Setelah berhasil mendarat dan menjemput korban, helikopter langsung terbang kembali menuju Sembalun. Dari sana, Chye Connsynn diterbangkan ke rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Balai TNGR tidak merinci jenis cedera yang dialami pendaki asal Malaysia tersebut.

Apresiasi untuk Tim Gabungan yang Sigap

Balai TNGR memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini. Astekita menyebut kerja cepat dan penuh dedikasi dari tim gabungan menjadi kunci keberhasilan evakuasi.

Pihak-pihak yang terlibat antara lain Basarnas Mataram, Emergency Medical and Health Center (EMHC), Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, serta seluruh petugas TNGR. "Semoga korban segera pulih dan seluruh tim yang bertugas selalu diberikan keselamatan," katanya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top