JAWA TENGAH — Dirin tidak pernah menduga bahwa istirahat siangnya di dalam warung kopi miliknya akan berakhir tragis. Pria paruh baya ini sedang tertidur pulas ketika bus Sugeng Rahayu mendadak oleng dan menghantam bangunan semipermanen tempatnya mencari nafkah. Benturan keras meremukkan bangunan kayu tersebut berkeping-keping, merenggut nyawa Dirin di lokasi kejadian sebelum ia sempat menyelamatkan diri.
Hantaman keras tidak hanya menghancurkan warung kopi milik Dirin, tetapi juga merusak berat satu rumah warga di dekatnya. Bagian depan bus bernomor polisi legendaris ini ringsek parah setelah menabrak struktur bangunan yang kokoh. Selain Dirin, sang sopir bus juga meninggal di tempat akibat jepitan kemudi kendaraan yang ringsek.
Kondisi jalan raya Wangon yang biasanya ramai mendadak mencekam saat warga sekitar berhamburan mendekati lokasi kejadian. Mereka berusaha menolong para penumpang yang syok di dalam bus. Beruntung, puluhan penumpang lainnya dilaporkan selamat dari maut meski mengalami trauma berat.
Sebelum kecelakaan terjadi, perjalanan bus yang mengangkut 26 orang penumpang ini sebenarnya berjalan normal. Armada antarkota tersebut bahkan sempat berhenti di area Perempatan Wangon untuk menurunkan beberapa penumpang. Namun, petaka justru datang tepat setelah bus kembali menginjak pedal gas menuju arah barat.
Kendaraan besar itu tiba-tiba bergerak tidak terkendali hingga keluar dari jalur aspal. Saksi mata melihat bus oleng ke kiri sebelum akhirnya menabrak warung kopi milik Dirin dengan kecepatan tinggi. Kehilangan kendali yang begitu cepat ini menyisakan tanda tanya besar mengenai kondisi kesiapan armada dan kru bus.
Penyelidikan awal kepolisian mengarah pada kondisi fisik pengemudi yang diduga mengalami kelelahan luar biasa atau fatigue. Menempuh rute jarak jauh dari Surabaya, Jawa Timur, dengan tujuan akhir Kota Bandung, Jawa Barat, menuntut konsentrasi penuh yang menguras energi pengemudi.
Petugas dari Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Banyumas segera mensterilkan jalur dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Polisi kini fokus mengumpulkan bukti fisik dan keterangan dari saksi-saksi kunci di lapangan.
"Hingga kini tim penyidik Satlantas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, olah TKP, dan mengumpulkan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan yang merenggut dua nyawa ini," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zal Utami, Kamis (21/5).